Headline News

Senin, 13 Februari 2012

LAMANG TAPAI



Foto : IstimewaLAMANG TAPAI penganan khas asal Sumatera Barat ini di Bulan Ramadhan ini selalu mendapat serbuan dari mereka yang sedang menjalankan puasa. Mereka banyak memburunya terutama di Pasar Bendungan Hilir dan Kramat Raya, Senen.
Di daerah asalnya, lamang tapai umumnya banyak dikonsumsi saat ada acara penting seperti baralek gadang, acara manjapuik marapulai, lebaran, puasa, dan sebagainya. Dan, makanan ini sangat disukai masyarakat karena rasanya yang khas dan pembuatannya yang unik.


Foto : IstimewaFoto : IstimewaLamang tapai artinya tapa ketan. Di Betawi dikenal dengan tape uli, perbedaannya hanya pada cara pembuatan ketannya. Kalau uli dibuat dengan ditumbuh dan dipadatkan, makan ketan di Sumbar ini pembuatannya harus melalui proses pemasakan lewat bambu dan dibakar.

Cara membuatnya, pertama kali beras ketan putih dicuci, kemudian airnya ditiriskan, diamkan sejenak. Siapkan bambu berdiameter 30 sepanjang kurang lebih 50 cm. Lapiskan bagian dalam bambu dengan daun pisang yang masih muda. Setelah itu masukan ketan, garam , santan dan daun pisang secukupnya.
Foto : IstimewaBambu untuk membakar lemang  harus bambu jenis khusus yang memang diperuntukkan membuat lemang. Setelah bamboo terisi, bamboo pun siap dibakar di atas tungku api selama kurang lebih 2 jam.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaLama memang paling nikmat dimakan dengan tapai untuk itulah dimakan dengan tapai, khususnya tapai hitam. Perpaduan rasa legit dari lamang dan manis menggigit dari tapai menjadikan makanan ini terasa nikmat.
Tapi kenyataannya, lamang tapai yang kita temui di rumah makan Minang atau yang dijajakan di emperen jalan Kramat Raya semasa bulan Ramadhan, rasanya bisa berbeda-beda. Ada yang lamangnya terasa agak keras atau tapainya berasa hambar atau malah terlalu asam.
Lamang tapai tapai sebenarnya umum dijajakan di pasar-pasar tradisional, satu diantara di Pasar Bendungan Hilir dan Pasar Tebet Barat. Lamang tapai ini umumnya dibuat orang-orangtu. Namun karena peminatnya cukup banyak kaum muda pun tertarik untuk membuatnya.
Harga lamang tapai di pasaran bisa berkisar antara Rp,20.000 hingga Rp.30.000 perbatangnya tanpa tapai. Jika sertakan tapai mencapai Rp.30.000 hingga Rp.40.00.
Berminat? Yuk, ke Benhil atau ke Kramat Raya. Rasakan nikmatnya lamang tapai khas Sumatera Barat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons