Di daerah asalnya, lamang tapai umumnya banyak dikonsumsi saat ada acara penting seperti baralek gadang, acara manjapuik marapulai, lebaran, puasa, dan sebagainya. Dan, makanan ini sangat disukai masyarakat karena rasanya yang khas dan pembuatannya yang unik.
Cara membuatnya, pertama kali beras ketan putih dicuci, kemudian airnya ditiriskan, diamkan sejenak. Siapkan bambu berdiameter 30 sepanjang kurang lebih 50 cm. Lapiskan bagian dalam bambu dengan daun pisang yang masih muda. Setelah itu masukan ketan, garam , santan dan daun pisang secukupnya.
Tapi kenyataannya, lamang tapai yang kita temui di rumah makan Minang atau yang dijajakan di emperen jalan Kramat Raya semasa bulan Ramadhan, rasanya bisa berbeda-beda. Ada yang lamangnya terasa agak keras atau tapainya berasa hambar atau malah terlalu asam.
Lamang tapai tapai sebenarnya umum dijajakan di pasar-pasar tradisional, satu diantara di Pasar Bendungan Hilir dan Pasar Tebet Barat. Lamang tapai ini umumnya dibuat orang-orangtu. Namun karena peminatnya cukup banyak kaum muda pun tertarik untuk membuatnya.
Harga lamang tapai di pasaran bisa berkisar antara Rp,20.000 hingga Rp.30.000 perbatangnya tanpa tapai. Jika sertakan tapai mencapai Rp.30.000 hingga Rp.40.00.
Berminat? Yuk, ke Benhil atau ke Kramat Raya. Rasakan nikmatnya lamang tapai khas Sumatera Barat ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar