Tidak berlebihan bila hutan lindung ini pun digambarkan sebagai taman firdaus, karena bagi sebagian wisatawan, inilah gambaran taman "bermain" yang sesungguhnya dibandingkan dengan apa yang digambarkan dalam film-film bernuansa surgawi.
Pohon hutan tropis yang menjulang sekaligus memayungi pasir pantai sebagai tambatan temali yang digantungkan. Wisatawan pun bermain bergelantung, berayun, dan jatuh di air tenang pantai Iboih yang juga disebut sebagai "Teupin Layeu".
Iboih dan Pulau Rubiah di seberangnya terletak di tepi barat Pulau Weh yang legendaris. Bila diibaratkan tapal kuda berbentuk huruf U, Iboih berada di bagian dalam lengkungan sisi kiri. Letak geografisnya mengisyaratkan keterbukaan untuk datang dan pergi kapan pun itu, namun kenangannya akan sulit dilupakan. Bahkan tsunami pun tak begitu banyak berdampak di sini, karena Iboih tersembunyi.
Bermainlah seperti Anda lupa telah meninggalkan dunia permainan jauh di belakang. Nikmati suasana hening seperti Anda di halaman rumah dengan taman dan kolam yang asri. Berpetualanglah seperti tak ada lagi kesempatan untuk melakukannya karena Iboih menjanjikan kesederhanaan. Harapanpun tercuat semoga keindahannya tidak hancur diterjang gelombang kunjungan dan pengrusakan yang tidak bertanggung jawab.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar